icecenter

Training (Public)

Sketchnoting for Scientists: Making Sense of Technical Information

Short description This practical course directly leverages your hobby to teach other scientists (or aspiring ones) how to effectively use sketchnoting and visual note-taking to process, synthesize, and remember complex technical information from lectures, papers, and meetings. While applicable broadly, examples will be drawn from hydrogeology and hydrochemistry. Key Topics The “why” of visual note-taking: Cognitive benefits for learning and recall. Basic elements of sketchnoting: Icons, connectors, typography, containers. Strategies for capturing key concepts quickly and efficiently. Transforming text-heavy information into visual summaries. Applying sketchnoting to scientific papers, conference presentations, and technical discussions. Tools and materials for digital and analog sketchnoting. Practical Component Hands-on practice with live (or recorded) short lectures/articles on hydrochemical topics, group exercises in visual synthesis, and sharing/critique of sketchnotes.

Sketchnoting for Scientists: Making Sense of Technical Information Read More »

Public Training: “Hidrogeologi Tambang”

Pelatihan Hidrogeologi Tambang Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai aspek hidrogeologi yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan. Peserta akan mempelajari dasar-dasar hidrogeologi, teknik mitigasi, pemodelan hidrogeologi, serta melakukan praktik langsung melalui studi kasus dan simulasi. Pelatihan ini sangat cocok bagi profesional di bidang pertambangan, geologi, dan lingkungan yang ingin meningkatkan kompetensinya di bidang hidrogeologi tambang. 🧑‍🏫 Instruktur:Irwan Iskandar, S.T., M.T., Ph.D(Dosen FTTM ITB) 📅 Jadwal Pelaksanaan:14 – 17 Juli 2025 📚 Silabus Pelatihan: Hidrogeologi pertambangan Mitigasi hidrogeologi dan pengujian lapangan Pendahuluan pemodelan hidrogeologi Studi Kasus Praktik pemodelan hidrogeologi Memahami model fisik hidrogeologi Simulasi steady model hidrogeologi Simulasi transient model hidrogeologi lapangan terbuka Ekskursi lapangan 👥 Kuota:Minimal 8 orang 📍 Lokasi: Jumlah peserta 8 orang: Kampus ITB Ganesha, Jl. Ganesha No.10, Bandung Jumlah peserta > 8 orang: Hotel Patra, Jl. Ir. H. Juanda No.132, Bandung 🎁 Fasilitas: Salinan digital materi training Sertifikat digital dari ITB Coffee Break 2 kali Makan 1 kali 💰 Biaya:Rp12.000.000/orang Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi : 0813-4075-7127 (Sigit)

Public Training: “Hidrogeologi Tambang” Read More »

Workshop dan Pelatihan Implementasi Pembelajaran STEM: Akuaponik untuk Urban Farming

[PELATIHAN AQUAPONIK] SITH ITB mengadakan pelatihan Aquaponik untuk guru! Anda dapat meningkatkan kompetensi dengan metode budidaya modern! Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang budidaya ikan dan tanaman secara berkelanjutan. Dapatkan ilmu baru dan keterampilan praktis yang bermanfaat untuk pembelajaran siswa. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari perubahan! Hari dan Tanggal Pelatihan: Sabtu, 18 Januari 2025 Waktu: 09.00-16.00 Tempat pelaksanaan: – Offline: Ruang Seminar Lt. 3, Labtek XI Kampus ITB Ganesha (FULL BOOKED) – (Online) link zoom: akan diumumkan saat H-1 Materi yang akan dibahas: – Materi Dasar Akuaponik – Demonstrasi Instalasi Akuaponik Benefit: e-sertifikat (8 Jam Pembelajaran) Biaya pendaftaran: Online: Rp 50.000,00 (e-sertifikat) Offline: SOLD OUT Narasumber: Dr. Taufikurahman Ir. Yeyet Setiawati, MP. Dr. Ir. Eri Mustari, MP. Tetep Ginanjar, SP., M.Sos. Link Pendaftaran: bit.ly/akuaponik-PSDH2025 *Setelah melakukan pendaftaran, Peserta harus enroll ke ICE Center untuk pendaftaran e-Sertifikat: https://icecenter.itb.ac.id/courses/workshop-dan-pelatihan-implementasi-pembelajaran-stem-akuaponik-untuk-urban-farming CP: Juwita – 083100106291

Workshop dan Pelatihan Implementasi Pembelajaran STEM: Akuaponik untuk Urban Farming Read More »

Seri Lokakarya: Penyusunan Direktori/Kamus Kompetensi Dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (Job Competency Profile)

Latar Belakang Setiap organisasi perusahaan perlu membangun SDM yang profesional dan berkompetensi tinggi yang dapat menjadi sumber keunggulan perusahaan sekaligus sebagai pendukung daya saing perusahaan. Untuk menghadapi kompetisi bisnis yang dinamis dan cepat berubah, diperlukan pengelolaan SDM yang adaptif dan strategis melalui pendekatan Human Capital Management (HCM). Salah satu kunci pengelolaan SDM sebagai aset strategis bagi perusahaan, setiap pegawai organisasi perusahaan unggul perlu memiliki kompetensi yang tinggi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pekerjaannya.   Dalam implementasi HCM, diperlukan adanya direktori kompetensi yang terstruktur sebagai acuan pemetaan kebutuhan kompetensi jabatan secara sistematis. Direktori kompetensi berfungsi sebagai acuan utama dalam seluruh siklus manajemen SDM, mulai dari rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, hingga pengembangan karier. Penyusunan kebutuhan kompetensi per jabatan memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi kesenjangan (competency gap), menyusun rencana pengembangan yang relevan, serta merancang strategi pengelolaan talenta yang tepat sasaran. Pengelolaan SDM diarahkan dan disusun berdasarkan tingkat kebutuhan kompetensi. Dalam pendekatan HCM, kompetensi tidak hanya dilihat dari sisi teknis, tetapi juga meliputi kompetensi perilaku, kepemimpinan, dan digital yang relevan dengan tuntutan zaman.   Sehubungan dengan hal tersebut, agar HCM dapat diimplementasikan dengan baik, jajaran manajemen dan para tenaga ahli profesional/spesialis fungsi sumber daya manusia perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat menyusun Direktori/Kamus Kompetensi dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (Job Competency Profile). Lokakarya yang diselenggarakan dapat mendukung implementasi sertifikasi kompetensi MSDM sesuai dengan SKKNI yang berlaku. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun SDM unggul yang terukur dan selaras dengan arah transformasi organisasi. Tujuan Lokakarya Memperluas wawasan para peserta tentang konsep Human Capital Management (HCM) dalam kaitannya dengan Manajemen SDM Perusahan. Memberikan pengetahuan dan cara menyusun direktori kompetensi (kamus kompetensi), baik soft kompetensi maupun hard kompetensi/kompetensi bidang. Memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada para peserta tentang konsep dan metoda penyusunan kebutuhan kompetensi jabatan (job profile) yang dibutuhkan suatu posisi jabatan. Metoda Lokakarya Instruktur dalam lokakarya ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Untuk itu lokakarya ini menuntut partisipasi aktif dari para peserta baik dalam diskusi, kerja kelompok, maupun presentasi. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 50% dari waktu yang tersedia, selebihnya untuk praktek pengukuran kompetensi (jabatan dan individu), diskusi dan kerja kelompok. Para peserta (kelompok peserta) dari unit organisasi perusahaan akan mendapatkan manfaat maksimal jika mempersiapkan diri dengan membawa contoh-contoh uraian jabatan (job description) dari unit organisasi masing-masing sebagai bahan latihan dan diskusi.

Seri Lokakarya: Penyusunan Direktori/Kamus Kompetensi Dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (Job Competency Profile) Read More »

Seri Lokakarya: Strategi Implementasi Human Capital Management

Latar BelakangSetiap organisasi perusahaan perlu membangun SDM yang profesional dan berkompetensi tinggi yang akan menjadi sumber keunggulan perusahaan sekaligus sebagai pendukung daya saing perusahaan dalam memasuki era digitalisasi dan globalisasi. Pengelolaan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif dan mendukung value creation menjadi aspek utama dalam mencetak talenta kunci di organisasi.Untuk menjawab tantangan tersebut, pendekatan Human Capital Management (HCM) dapat dipertimbangkan sebagai solusi yang relevan. Dalam pendekatan HCM, fokus utama pengelolaan SDM diarahkan pada melihat SDM sebagai aset strategis yang perlu dikelola secara menyeluruh, mulai dari perencanaan kebutuhan kompetensi, pengembangan potensi, hingga retensi dan penguatan budaya kerja yang selaras dengan visi perusahaan. Pada praktik implementasinya perlu integrasi antara teknologi dan proses pengelolaan SDM agar memperoleh keputusan yang memperhatikan manusia sebagai fokus utama. Terdapat transisi utama dalam penekanan fungsi SDM, pengelolaan SDM bukan lagi sekadar fungsi administratif, tetapi menjadi faktor penentu daya saing bisnis. Dalam implementasi HCM diperlukan pengelolaan perubahan strategis, sehingga proses transisi manajemen SDM dapat dilakukan secara sistematis dan terarah, menyesuaikan dengan kesiapan organisasi, serta memperkuat transformasi organisasi.Sehubungan dengan hal tersebut, jajaran manajemen puncak (top management) perusahaan dan unit bisnis perlu mengenal dan memahami strategi yang paling tepat dalam mengiplementasikan HCM di lingkungan organisasi perusahaan agar dapat efektif dan efisien. Melalui program pelatihan ini, peserta akan dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai prinsip dan praktik Human Capital Management terkini, serta bagaimana menerapkannya secara strategis dalam konteks organisasi masing-masing. Pelatihan ini juga akan mengangkat studi kasus dan simulasi untuk memperkuat kemampuan analisis dan pengambilan keputusan di bidang SDM, dengan tujuan akhir membentuk SDM unggul yang mampu mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Tujuan Memperluas wawasan tentang konsep Human Capital Management (HCM) dalam kaitannya dengan Manajemen SDM Perusahan yang modern. Memperkuat wawasan dalam merumuskan perubahan strategis organisasi yang diselaraskan dengan faktor internal dan eksternal organisasi. Menambah wawasan sehingga pimpinan puncak dapat memilih strategi implementasi yang paling efektif dan efisien serta dapat memberikan komitmen pada pengimplementasiannya. Metoda Instruktur dalam lokakarya top eksekutif ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu dari pada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 60% dari waktu yang tersedia, selebihnya 40% dari waktu akan digunakan untuk diskusi, praktek uji coba dan formulasi strategi implementasi.

Seri Lokakarya: Strategi Implementasi Human Capital Management Read More »

Seri Lokakarya: Penyusunan Sistem Manajemen Karir

Latar Belakang Dalam menghadapi tantangan era digital dan ketatnya persaingan bisnis, organisasi perlu memiliki strategi pengelolaan sumber daya manusia yang mampu mendorong motivasi, loyalitas, dan produktivitas pegawai secara berkelanjutan. Salah satu pilar penting dalam pendekatan Human Capital Management (HCM) adalah pengembangan sistem manajemen karir yang terstruktur, transparan, dan berorientasi pada pertumbuhan individu sekaligus kebutuhan organisasi. Sistem ini menjadi alat penting untuk mengelola potensi dan aspirasi pegawai agar sejalan dengan arah strategis perusahaan.   Sistem manajemen karir merupakan instrumen manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola pegawai perusahaan, mulai dari masuk (direkrut) sampai dengan keluarnya pegawai (berhenti, pensiun, atau habis masa kerja), dengan memperhatikan prestasi, potensi kompetensi, dan peluang individu untuk berkembang, serta kebutuhan suatu posisi jabatan (job) melalui proses penempatan dan mutasi (promosi, rotasi, atau demosi). Tujuan dari manajemen karir adalah bagaimana menempatkan orang pada posisi jabatan dan/atau tim yang tepat pada saat yang tepat (the right person at the right place at the right time) di antara sekian banyak calon dengan sekian banyak jabatan dan tim yang tersedia secara efisien dan efektif.   Sistem manajemen karir memiliki dua sisi yang saling berkaitan, yaitu pertama sisi posisi jabatan (job) dalam organisasi yang biasa direpresentasikan dengan jalur karir jabatan (career path) dan kedua sisi karir individu atau karir pegawai (person). Karir individu tidak harus sama atau mengikuti urutan jalur karir suatu jabatan. Hal ini disebabkan individu dapat memiliki dan mengembangkan kompetensinya yang dimiliki yang dapat saja memenuhi beberapa jabatan sekaligus; atau sebaliknya, kompetensinya tidak berkembang sama sekali sehingga yang bersangkutan tidak dapat memenuhi kebutuhan kompetensi di jalur jabatannya. Oleh karena itu, dalam perumusan peta jalur karir dapat mempertimbangkan profil kluster jabatan dan tuntutan kompetensi yang relevan, agar sistem manajemen karir menjadi lebih fleksibel, adaptif dan berbasis merit. Implementasi manajemen karir secara terpadu dapat memberikan arah yang jelas bagi pengembangan individu, memperkuat retensi talenta, serta mendukung pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan.  Tujuan Lokakarya ini secara khusus dirancang untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam membangun Sistem Manajemen Karir Jabatan, yang biasa direpresentasikan dengan jalur karir jabatan (career path) untuk jabatan-jabatan organisasi perusahaan Metoda Instruktur dalam lokakarya ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 50% dari waktu yang tersedia, selebihnya 50% dari waktu akan digunakan untuk diskusi, latihan penyusunan sistem manajemen karir berbasis kompetensi.

Seri Lokakarya: Penyusunan Sistem Manajemen Karir Read More »

Seri Lokakarya: Pengembangan Alat Ukur Kompetensi Individu

Latar BelakangSetiap organisasi perusahaan perlu membangun SDM yang profesional dan berkompetensi tinggi yang akan menjadi pusat keunggulan perusahaan sekaligus sebagai pendukung daya saing perusahaan dalam memasuki era digitalisasi dan globalisasi. Sesuai dengan perubahan pasar global, setiap pegawai organisasi perusahaan unggul perlu memiliki kompetensi yang tinggi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pekerjaannya. Dalam kerangka Human Capital Management (HCM), pengelolaan sumber daya manusia tidak lagi hanya berfokus pada administrasi kepegawaian, melainkan pada bagaimana memaksimalkan potensi individu secara strategis untuk mendukung tujuan organisasi. Asesmen kompetensi memiliki peranan efektif dalam proses rekrutmen, promosi, pelatihan, dan perencanaan suksesi. Proses asesmen tidak hanya digunakan sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan pegawai agar dapat berkembang sesuai potensi dan arah karirnya.   Salah satu aspek yang krusial dalam pendekatan ini adalah tersedianya alat ukur asesmen kompetensi yang valid, reliabel, dan sesuai dengan kebutuhan jabatan. Asesmen kompetensi menjadi proses krusial untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi individu dengan kompetensi yang dipersyaratkan dalam jabatan. Alat ukur serta metode asesmen yang valid diperlukan untuk mendukung proses asesmen yang terukur dan terstandardisasi, sehingga diperoleh hasil yang relevan, serta sesuai kondisi aktual. Pembekalan pengetahuan dan keterampilan terkait pengembangan alat ukur kompetensi bagi jajaran manajemen dan tenaga ahli/professional di internal organisasi untuk mendukung proses implementasi HCM secara tepat, efektif dan berkelanjutan.      Tujuan Lokakarya Memperluas wawasan para peserta tentang konsep Human Capital Management (HCM) dalam kaitannya dengan Manajemen SDM Perusahan. Memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada para peserta tentang konsep kompetensi dan pengukuran kompetensi yang dimiliki individu pemegang jabatan. Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta tentang metoda pengukuran tingkat kompetensi individu, dengan menerapkan beberapa metoda pengukuran, seperti metoda panel, 360 derajat, kuesioner dan wawancara perilaku. Meningkatkan pengetahuan dan melatih ketrampilan peserta dalam mengadaptasikan/ memodifikasi alat ukur tingkat kompetensi individu sesuai dengan kebutuhan/ karakteristik perusahaan.     Metoda LokakaryaInstruktur dalam lokakarya ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu dari pada penceramah. Untuk itu lokakarya ini menuntut partisipasi aktif dari para peserta baik dalam diskusi, kerja kelompok maupun presentasi. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 50% dari waktu yang tersedia, selebihnya untuk praktek pengukuran kompetensi (jabatan dan individu), diskusi dan kerja kelompok. Para peserta (kelompok peserta) dari unit organisasi perusahaan akan mendapatkan manfaat maksimal jika mempersiapkan diri dengan membawa contoh-contoh uraian jabatan (job description) dari unit organisasi masing-masing sebagai bahan latihan dan diskusi.

Seri Lokakarya: Pengembangan Alat Ukur Kompetensi Individu Read More »

ITB Power UP Series

Program pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami potensi diri, mengasah keterampilan emosional, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan lebih percaya diri dan profesional. Pelatihan dimulai dengan Pre-session berupa Asesmen OCEAN (Big Five Personality Test). Melalui asesmen ini, peserta akan memahami profil kepribadian masing-masing dan melakukan refleksi diri. Hasilnya akan digunakan sebagai dasar penyusunan Career Plan yang lebih objektif serta persiapan menghadapi wawancara kerja. Selanjutnya, pada sesi In-Class Training, peserta akan mempelajari dua hal penting: Emotional Quotient (EQ) – dengan topik self-awareness, self-regulation, empati, hubungan sehat, hingga penerapan EQ di dunia kerja. Etika dan Profesionalisme – mencakup mindset, nilai inti, serta keterampilan profesional yang menjadi fondasi karier dan komunikasi kerja yang efektif. Selain pelatihan di kelas, peserta juga akan mendapatkan Mentoring langsung dari praktisi berpengalaman. Melalui sharing session dan group coaching, peserta akan dibimbing menyusun Career Plan serta mendapatkan tips praktis menghadapi wawancara kerja. Secara keseluruhan, outcome dari pelatihan ini adalah: Peserta mampu mengenali diri, minat, dan arah karier yang sesuai. Peserta memiliki career plan yang jelas. Peserta lebih percaya diri dengan keterampilan komunikasi yang baik saat interview. Peserta memahami pentingnya profesionalisme dan etika kerja di dunia profesional. Program ini menjadi bekal berharga untuk mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja dengan kesiapan mental, keterampilan komunikasi, serta kejelasan arah karier.

ITB Power UP Series Read More »

PROGRAM MAGANG PLP/TEKNISI/LABORATORIUM DI LABORATORIUM SURVEY DAN PEMETAAN TEKNIK GEODESI DAN GEOMATIKA FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

Pendidikan Tinggi sebagai tempat menempa dan mencetak generasi unggul Indonesia harus semakin maju. Laboratorium sebagai fasilitas penunjang utama kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi perlu senantiasa ditingkatkan demi terciptanya peningkatan kualitas perguruan tinggi. Salah satu komponen yang mempengaruhi kualitas layanan laboratorium adalah kualitas sumber daya manusianya. Dalam era transformasi digital, globalisasi pendidikan, dan meningkatnya tuntutan akuntabilitas kelembagaan, dosen dan tenaga kependidikan termasuk PLP/Teknisi/Laboran dituntut untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi secara nyata terhadap institusinya. Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP)/Teknisi/Laboran yang mempunyai tupoksi melakukan pengelolaan laboratorium harus selalu ditingkatkan dan diperbarui kualitas dan kompetensinya. Salah satu cara peningkatan kompetensi SDM adalah dengan melaksanakan kegiatan magang, praktik langsung di laboratorium yang mempunyai pengalaman lebih banyak, yang dapat dijadikan sumber dalam meningkatkan kompetensi. Pengetahuan magang yang didapatkan baik berupa keterampilan pengoperasian peralatan, metode maupun pengembangan laboratorium lainnya diharapkan dapat diterapkan secara langsung di laboratorium tempat asal, ada kesamaan fasilitas dan peralatan dari laboratorium Perguruan Tinggi Sasaran (Pertisas) dan laboratorium Perguruan Tinggi Sumber (Pertisum) serta rencana pengembangannya. Tujuan utama dari pelaksanaan program magang adalah untuk meningkatkan kompetensi Pranata Laboratorium Pendidikan/Teknisi/Laboran baik secara teoritis maupun praktik langsung, terdapat transfer ilmu dari Laboratorium Pertisum dan tindak lanjut di Laboratorium di Pertisas serta memperkuat kerjasama antar laboratorium di Perguruan Tinggi. Tujuan khusus dari program ini adalah : 1. Memfasilitasi PLP/Teknisi/Laboran di Pertisas untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi dengan praktek langsung di laboratorium Pertisum. 2. Meningkatkan karir PLP/Teknisi/Laboran di Pertisas dengan pengalaman magang di Pertisum. 3. Meningkatkan mutu laboratorium di Pertisas. 4. Menambah peluang kerjasama antar laboratorium antar Perguruan Tinggi. Sasaran Program magang PLP/ Teknisi /Laboran dari Pertisas tahun 2025 sebanyak 40 (empat puluh) orang yang memenuhi persyaratan untuk dapat magang di laboratorium Pertisum bidang saintek, teknik, agrokompleks dan seni. Luaran dari program magang bagi pertisas di Geodesi ITB dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Penyusunan panduan K3 dan pengelolaan laboratorium. 2. Dapat melakukan kalibrasi alat secara mandiri. 3. Pengembangan modul praktium di pertisas. 4. Menyusun SOP alat dan praktikum lapangan. 5. Aplikasi penggunaan alat survey dan pemetaan. 6. Memberikan pelatihan penggunaan alat hasil pembelajaran magang kepada rekan sejawat maupun mahasiswa

PROGRAM MAGANG PLP/TEKNISI/LABORATORIUM DI LABORATORIUM SURVEY DAN PEMETAAN TEKNIK GEODESI DAN GEOMATIKA FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN Read More »

Scroll to Top