icecenter

SF

Therapeutic Communication: A Key Skill for Pharmacists in Delivering Excellent Service

Latar Belakang Dalam era pelayanan kesehatan yang semakin berorientasi pada pasien, komunikasi terapeutik menjadi keterampilan esensial yang harus dimiliki oleh apoteker untuk menunjang pelayanan kefarmasian yang berkualitas. Komunikasi yang efektif tidak hanya meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan, tetapi juga membangun hubungan yang mendukung proses penyembuhan secara holistik. Di tengah tantangan pelayanan kesehatan modern seperti rendahnya kepatuhan pasien, meningkatnya penggunaan layanan digital, serta kebutuhan kolaborasi antarprofesi, apoteker dituntut untuk mampu berkomunikasi secara empatik, profesional, dan adaptif terhadap berbagai situasi. Sayangnya, masih banyak apoteker yang belum mendapatkan pelatihan khusus dalam komunikasi terapeutik, terutama dalam konteks praktik di komunitas, klinik, rumah sakit, apotek, dan puskesmas. Oleh karena itu, workshop ini dirancang sebagai upaya strategis untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis komunikasi terapeutik kepada apoteker dan mahasiswa farmasi melalui pembelajaran daring yang fleksibel, relevan, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan kefarmasian. TujuanWorkshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan komunikasi terapeutik bagi apoteker, sehingga mampu menunjang pelayanan kefarmasian yang berkualitas dan berdampak positif bagi pasien.

Therapeutic Communication: A Key Skill for Pharmacists in Delivering Excellent Service Read More »

ICE Masterclass: PharmaTalk: Meningkatkan Pelayanan Lewat Komunikasi Terapeutik

Latar Belakang • Era pelayanan berorientasi pasien menuntut komunikasi efektif• Komunikasi terapeutik meningkatkan kepatuhan & hubungan holistik• Tantangan: kepatuhan rendah, digitalisasi, kolaborasi antarprofesi• Minimnya pelatihan komunikasi bagi apoteker di berbagai praktik pelayanan kefarmasian• Workshop dirancang untuk pembelajaran daring yang relevan & berdampak

ICE Masterclass: PharmaTalk: Meningkatkan Pelayanan Lewat Komunikasi Terapeutik Read More »

Workshop Pemurnian Protein Rekombinan dan Produk Biologi serta Karakterisasinya

Pendahuluan Pemanfaatan bioteknologi banyak digunakan industri farmasi dalam pengembangan bahan biologi untuk terapi berbagai penyakit yang mengancam jiwa dan kekebalan tubuh, seperti kanker dan penyakit autoimun. Selain itu, semenjak adanya pandemi Covid-19, berbagai macam produk biologi dikembangkan untuk mencegah dan mengatasi Covid-19. Produk biologi tersebut diantaranya vaksin (berbasis protein subunit, adenovirus dan mRNA), antibodi monoklonal dan protein terapetik lainnya. Sepanjang tahun 2020 hingga 2024, FDA sudah menyetujui 139 produk biologi baru. Produk biologi juga menjadi target kemandirian nasional. Untuk itu diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang memahami proses dan tahapan pengembangan produk biologi baik dari kalangan industri, akademisi, bahkan pihak regulator. Hal ini untuk menunjang regulasi terkait produk biologi sesuai Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/ Good Manufacturing Proctice (GMP). Sebagai institusi pendidikan dan riset, Laboratorium Bioteknologi Farmasi, Sekolah Farmasi ITB, menyelenggarakan berbagai jenis workshop terkait produk biologi yang dapat diikuti berbagai kalangan yang luas. Pada workshop yang ditawarkan kali ini difokuskan pada tahapan dan proses purifikasi produk biologi berupa protein menggunakan perangkat yang termonitor (SEP purfication system). Selain itu dilakukan karakterisasi yang ditawarkan mulai dari tingkat asam nukleat (DNA dan RNA) dan juga ditingkat asam amino/protein. Workhop ini akan memberi peserta gambaran umum yang komprehensif tentang bagaimana protein dipurifikasi dan dikarakterisasi sehingga memenuhi kriteria atau persyaratan spesifikasi atau pihak badan regulator. Selain untuk metode analisis yang ditawarkan pada workshop ini juga dapat dimanfaatkan untuk analisis sampel biologi ditingkat molekul dalam studi atau penelitian bidang kedokteran, farmasi, tumbuhan, hewan, pertanian, kehutanan dan peternakan. Tujuan Workshop ini bertujuan untuk: 1. meningkatkan pengetahuan terkait purifikasi protein menggunakan peralatan yang termonitor. 2. meningkatkan pengetahuan terkait karakterisasi/analisa produk biologi atau studi biologi molekul DNA dan protein berupa qPCR, Capilary electrophoresis, dan SDS-PAGE. 3. memberikan pengalaman hands-on dalam melakukan purifikasi menggunakan alat SEP purification system dan analisa/karakterisasi khususnya tehnik elektorforesis protein (SDS-PAGE) 4. memberikan solusi atau troubleshooting untuk permasalahan terkait analisa/ karakterisasi produk biologi atau studi biologi molekul DNA dan protein seperti konfirmasi keberhasilan isolasi, purifikasi dan kemurnian serta kuantifikasi hasil analisis . Luaran Luaran Workshop 1. Peningkatan Pengetahuan Peserta memahami prinsip purifikasi dan karakterisasi protein rekombinan, kuantifikasi asam nukleat, serta teknologi qPCR dan capillary electrophoresis. 2. Penguasaan Praktik Laboratorium Peserta melakukan purifikasi protein menggunakan SEP System, analisis SDS-PAGE, serta memahami aplikasi teknologi molekuler mutakhir. 3. Dokumentasi Hasil Dihasilkan data praktik, dokumentasi visual, dan catatan hasil diskusi serta evaluasi metode. 4. Kolaborasi Akademik-Industri Terjalin kerja sama antara Sekolah Farmasi ITB, PT. ITS Science Indonesia, dan Thermo Fisher Scientific. 5. Rekomendasi Tindak Lanjut Masukan peserta digunakan untuk perbaikan workshop dan pengembangan pelatihan lanjutan.

Workshop Pemurnian Protein Rekombinan dan Produk Biologi serta Karakterisasinya Read More »

Workshop Imaging untuk Karakterisasi Produk dan Sampel Biologi (Asam Nukleat dan Protein)

Latar Belakang Pemanfaatan bioteknologi banyak digunakan industri farmasi dalam pengembangan bahan biologi untuk terapi berbagai penyakit yang mengancam jiwa dan kekebalan tubuh, seperti kanker dan penyakit autoimun. Selain itu, semenjak adanya pandemi Covid-19, berbagai macam produk biologi dikembangkan untuk mencegah dan mengatasi Covid-19. Produk biologi tersebut diantaranya vaksin (berbasis protein subunit, adenovirus dan mRNA), antibodi monoklonal dan protein terapetik lainnya. Sepanjang tahun 2020 hingga 2024, FDA sudah menyetujui 139 produk biologi baru. Produk biologi juga menjadi target kemandirian nasional. Untuk itu diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang memahami proses dan tahapan pengembangan produk biologi baik dari kalangan industri, akademisi, bahkan pihak regulator. Hal ini untuk menunjang regulasi terkait produk biologi sesuai Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/ Good Manufacturing Proctice (GMP). Sebagai institusi pendidikan dan riset, Laboratorium Bioteknologi Farmasi, Sekolah Farmasi ITB, menyelenggarakan berbagai jenis workshop terkait produk biologi yang dapat diikuti berbagai kalangan yang luas. Pada workshop yang ditawarkan kali ini difokuskan pada karakterisasi produk biologi menggunakan perangkat imaging. Karakterisasi yang ditawarkan mulai dari tingkat asam nukleat (DNA dan RNA) dan juga ditingkat asam amino/protein. Workhop ini akan memberi peserta gambaran umum yang komprehensif tentang bagaimana produk biologi dikarakterisasi sehingga memenuhi kriteria atau persyaratan spesifikasi atau pihak badan regulator. Selain untuk metode analisis yang ditawarkan pada workshop ini juga dapat dimanfaatkan untuk analisis sampel biologi ditingkat molekul dalam studi atau penelitian bidang kedokteran, farmasi, tumbuhan, hewan, pertanian, kehutanan dan peternakan. Workshop ini bertujuan untuk: 1. Meningkatkan pengetahuan terkait karakterisasi/analisa produk biologi atau studi biologi molekul DNA dan protein 2. Memberikan pengalaman hands-on dalam melakukan analisa/karakterisasi khususnya tehnik : elektroforesis DNA, elektorforesis protein (SDS-PAGE), Western Blot dan visualisasi imagingnya 3. Memberikan solusi atau troubleshooting untuk permasalahan terkait analisa/ karakterisasi produk biologi atau studi biologi molekul DNA dan protein seperti konfirmasi keberhasilan isolasi, kemurnian serta kuantifikasi hasil analisis Luaran Workshop 1. Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan – Peserta memahami prinsip dan aplikasi teknik karakterisasi molekul biologis (DNA dan protein) seperti elektroforesis, SDS-PAGE, dan Western blot. – Peserta memperoleh pengalaman langsung menggunakan perangkat imaging untuk analisis sampel biologis. 2. Dokumentasi dan Hasil Praktikum Dihasilkan data visualisasi protein dan DNA, catatan interpretasi hasil, serta dokumentasi kegiatan. 3. Troubleshooting dan Analisis Kritis Peserta mampu mengidentifikasi masalah umum dalam karakterisasi biologis serta memahami solusi dan pendekatannya. 4. Penguatan Jejaring Akademik dan Industri Terbentuk kolaborasi awal antara Sekolah Farmasi ITB dan mitra industri untuk pengembangan pelatihan lanjutan. 5. Evaluasi dan Rekomendasi Tersusunnya laporan kegiatan dan masukan peserta untuk peningkatan kegiatan serupa di masa depan.

Workshop Imaging untuk Karakterisasi Produk dan Sampel Biologi (Asam Nukleat dan Protein) Read More »

Scroll to Top