icecenter

LatestCourses

Training Project Management

Program Description This intensive 1-day online workshop provides professionals with practical project management knowledge, tools, and frameworks to successfully plan, execute, and deliver projects on time, within scope, and within budget. Participants will gain a structured understanding of project lifecycles, stakeholder coordination, risk control, and performance monitoring. Through real-world case studies, guided exercises, and collaborative discussions, this workshop equips participants with actionable project management skills that can be directly applied in organizational and business environments.  

Training Project Management Read More »

Personal Branding for Professional

Latar Belakang Kelas berbayar ini merupakan tindak lanjut dari masterclass Storytelling dan Copywriting untuk Personal Branding bagi Profesional. Pada perkuliahan tersebut belum membahas secara detail teknik storytelling, teknik copywriting dalam personal branding. Pada era teknologi informasi platform digital dan media sosial bukan hanya berfungsi untuk terkoneksi dengan keluarga, sejawat, atau rekan kerja melainkan sebagai aset digital. Tidak dapat dipungkiri, bagian HRD perusahaan, lembaga penyelenggara beasiswa, bahwa kolega yang akan bekerja sama menggunakan media sosial sebagai sumber informasi pertama untuk mengetahui kredibilitas seseorang. Kalangan profesional seperti dokter, psikolog, dosen, apoteker, bidan, instruktur fitness, peneliti, dan coach dengan keahlian apapun memiliki peluang besar untuk meningkatkan eksposure melalui pengembangan dan pengelolaan media sosial. Personal branding umumnya dipahami sebagai upaya yang terfokus dan terencana untuk memanfaatkan keahlian untuk membangun persepsi masyarakat. “Anda ingin dikenal sebagai apa?” adalah pertanyaan yang paling penting dalam membangun personal branding, (Jenner, 2021). Skill ini juga berkaitan dengan kemampuan mengapitalisasi keunikan pribadi untuk menarik peluang, memperluas pertemanan, menambah kolega bisnis, bahkan meningkatkan penghasilan. Dengan storytelling yang kuat personal branding seorang profesional tidak hanya menarik audience yang dapat menjadi client tetapi juga membangun komunitas yang secara personal mendukung pelaku personal branding dalam membangun karier. Sebagai contoh, di media sosial, follower tidak hanya menjadi calon customer tapi juga menjadi fans yang secara personal terkoneksi, mendukung, bahkan menjadi pembela pertama apabila idolanya mendapatkan konfrontasi dari dunia luar. Oleh sebab itu, kemampuan untuk menguasai copywriting dan storytelling dalam personal branding sangat penting bagi kalangan profesional.

Personal Branding for Professional Read More »

Strategic Spokesperson: Managing Trust, Storytelling, and Issue Strategic Response

LATAR BELAKANG Dalam ekosistem komunikasi hari ini, kepemimpinan tidak lagi hanya diukur dari kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga dari kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, meyakinkan, dan relevan dengan kebutuhan publik. Penelitian Edelman Trust Barometer 2024 menunjukkan bahwa hanya 42 persen publik global yang mempercayai institusi, sedangkan kepercayaan kepada figur pemimpin yang kredibel dan komunikatif meningkat hingga 68 persen. Data ini menegaskan bahwa di tengah rendahnya trust terhadap institusi, kualitas komunikasi pemimpin menjadi faktor pembeda yang langsung memengaruhi reputasi organisasi. Era digital mempercepat tantangan tersebut. Informasi bergerak cepat, tidak terkurasi, dan sering kali memicu misinformasi. Sebanyak 76 persen masyarakat Indonesia mengaku kesulitan membedakan informasi benar dan salah (Katadata Insight Center, 2023). Dalam kondisi seperti ini, publik lebih mengandalkan sosok yang dinilai autentik, jujur, dan mampu menjawab isu secara transparan. Peran juru bicara—baik formal maupun informal—menjadi kompetensi penting dalam leadership development. Kompetensi spokesperson kini bukan hanya kemampuan berbicara di depan umum. Seorang pemimpin dituntut mampu memetakan ekspektasi publik, mengelola persepsi, membangun narasi strategis, dan merespons isu secara terukur. Studi Harvard Kennedy School (2023) menegaskan bahwa 70 persen efektivitas seorang pemimpin ditentukan oleh clarity, empathy, dan kemampuan komunikasi dalam situasi tidak pasti. Dengan kata lain, komunikasi bukan pelengkap, tetapi fondasi kepemimpinan modern. Training Series Kepemimpinan & Komunikasi Strategis ini dirancang untuk memperkuat kompetensi komunikasi di setiap tahap perkembangan karier. Bagi early talent, komunikasi menjadi pondasi profesionalitas dan kepercayaan diri. Bagi middle manager, kemampuan menyusun pesan strategis, mempresentasikan ide, dan memengaruhi pemangku kepentingan menjadi kebutuhan utama. Bagi calon pemimpin dan spokesperson, kapasitas menjaga trust, membangun likeability, serta merespons isu sensitif secara cepat dan akurat menjadi kompetensi strategis. Program ini dirancang untuk para pemimpin, pegawai, profesional, mahasiswa, pemimpin komunitas, maupun content creator yang ingin meningkatkan kapasitas sebagai spokesperson modern. Dengan pendekatan praktis berbasis framework dan latihan berbasis kasus nyata, peserta akan mempelajari teknik komunikasi yang adaptif, kredibel, dan berintegritas. Pelatihan ini membantu peserta mengembangkan komunikasi strategis untuk mendapatkan kepercayaan publik. TUJUAN Mengembangkan mindset komunikasi strategis agar peserta mampu menyampaikan pesan yang jelas, terarah, dan sesuai konteks. Meningkatkan kemampuan membangun kepercayaan (trust), kredibilitas, dan likeability saat berinteraksi dengan publik maupun pemangku kepentingan. Memperkuat kemampuan komunikasi pemimpin agar mampu menyampaikan pesan yang jelas, meyakinkan, dan relevan dengan kebutuhan publik di tengah rendahnya kepercayaan terhadap institusi. Mengembangkan kompetensi membaca konteks, memetakan ekspektasi publik, dan mengelola persepsi sebagai bagian dari peran strategis seorang spokesperson dalam ekosistem komunikasi digital. Meningkatkan kapasitas peserta dalam membangun trust, likeability, dan kredibilitas melalui komunikasi yang autentik, empatik, dan konsisten, sebagaimana dituntut dalam kepemimpinan modern. Mengasah kemampuan menyusun narasi strategis, storytelling, dan respons isu, sehingga peserta mampu menjaga reputasi organisasi dan menjawab pertanyaan publik secara terukur dan transparan. Menyiapkan peserta untuk tampil sebagai spokesperson profesional yang dapat mengelola isu, memitigasi risiko reputasi, serta mendukung efektivitas kepemimpinan melalui komunikasi yang adaptif dan berbasis data.

Strategic Spokesperson: Managing Trust, Storytelling, and Issue Strategic Response Read More »

Leading With AI From Data Literacy to Ethical AI

Latar Belakang Pemanfaatan sistem Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) sudah sangatbanyak, baik dalam mendukung aktivitas sehari-hari pemakaian sehari-hari (mulaidari Google Map, Spotify, Netflix, Gramarly, ChatGPT) hingga aktivitas professional(Gramarly, ChatGPT, berbagai aplikasi rekomendasi, dan lain-lain) Namun dibalik cerita kesuksesan tersebut ternyata AI memiliki cerita negatif, mulai dari kecelakaan pada sistem otonom berbasis AI, diskriminasi gender, halusinasi pada sistem GenAI dan lain-lain. Bukan hanya kerugian materil namun juga hingga kerugian jiwa seperti yang dikumpulkan oleh situs incidentdatabase.ai yang menyatakan bahwa lebih dari 1000an insiden terkait AI di berbagai bidang aplikasi, pada berbagai Teknik AI yang dikembangkan oleh berbagai Perusahaan AI besar. Hal ini memicu pemikiran akan perlunya etika AI untuk memastikan bahwa AI direncanakan, dikembangkan, dan dioperasikan dengan melihat berbagai risiko dan prinsip etis sehingga system AI tersebut menjadi lebih baik, aman dan berguna

Leading With AI From Data Literacy to Ethical AI Read More »

Certified Financial Risk Manager

Approaching financial risks, such as market, credit, and operational uncertainties, in a professional manner is becoming increasingly important. Market swings, interest-rate volatility, loan defaults, falsified data in company reports, and fraud have not only led to serious financial losses but also tarnished reputations in the past few years. It is becoming increasingly important to monitor and manage all types of qualitative as well as financial risks. A holistic approach to risk management enables a company to have a high level of awareness of, as well as uniformly assess, professionally manage and suitably control all of its risks. Discussions on risk management currently tend to focus on the negative effects (“left tails”) of risks. The same attention ought to be paid to the profitable zone as well. Modern management is based on an integrated approach, which takes into account and permanently monitors both the success and risk factors of a business strategy. A performance-oriented assessment of the effective risk situation consequently enables value-based business management. An integrated performance management system allows targeted and meaningful information to be collected. These can be the basis for the development of an optimal strategy and for taking the right entrepreneurial decisions.

Certified Financial Risk Manager Read More »

International Training Project Management

This training will offer an overview and implementation of Project Management. The course is designed is based on the perspective of improving project delivery, which is one metric of a Project Management success; and practically it is an important measure. The industry that have implemented Project Management need to ensure the Project Management is providing expected results, and adding value to the business. This course will provide strategies and tactics to enable process improvement for a currently established project management procedure in the organization executing projects. The training shall provide the capabilities to the participants in determining how best to use the Project Management methodology for organization advantage, and how to develop and use a competency model for project professionals involving in the projects. Discover methods to implement the typical project management and the specific functions which should be performed as related to project implementation. Assess the maturity of your project management team and recognize its contribution to professional responsibility in project management. The training is built around a series of consecutive structured lectures, class exercises, and class discussions with the perspectives of project management. The scope of the course includes discussion of the components of the Project Management Knowledge including: Recognize critical characteristics of a PM team to foster organizational success in implementing the projects , prevent runaway projects, conduct a project audit , perform a competency analysis, identify key roles and responsibilities in project implementation, prepare a Project Charter, conduct an project implementation assessment, establish metrics for gauging and monitoring performance, develop a project implementation plan, use the project management best practices to promote professional responsibility as related to the PMO organization functions and services.

International Training Project Management Read More »

Certified Business Analytic Professional

The Business Analysis course is suited to Business Analysts recently placed in the role or to Business Analysts who have been performing the role for some time but have never received any formal training. The course is also suitable as an introduction for anyone thinking about moving into the Business Analysis role or for other change management professionals wanting to gain a more in-depth understanding of the role and responsibilities of the Business Analyst. The ‘Fundamentals’ course is aimed at learning real-world business analysis skills that can be used in the workplace. Course delegates should be able to return to their working environments and work as effective BA team members immediately adding value and building effective relationships with business and IT stakeholders.

Certified Business Analytic Professional Read More »

Seri Lokakarya: Penyusunan Direktori/Kamus Kompetensi Dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (Job Competency Profile)

Latar Belakang Setiap organisasi perusahaan perlu membangun SDM yang profesional dan berkompetensi tinggi yang dapat menjadi sumber keunggulan perusahaan sekaligus sebagai pendukung daya saing perusahaan. Untuk menghadapi kompetisi bisnis yang dinamis dan cepat berubah, diperlukan pengelolaan SDM yang adaptif dan strategis melalui pendekatan Human Capital Management (HCM). Salah satu kunci pengelolaan SDM sebagai aset strategis bagi perusahaan, setiap pegawai organisasi perusahaan unggul perlu memiliki kompetensi yang tinggi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pekerjaannya.   Dalam implementasi HCM, diperlukan adanya direktori kompetensi yang terstruktur sebagai acuan pemetaan kebutuhan kompetensi jabatan secara sistematis. Direktori kompetensi berfungsi sebagai acuan utama dalam seluruh siklus manajemen SDM, mulai dari rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, hingga pengembangan karier. Penyusunan kebutuhan kompetensi per jabatan memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi kesenjangan (competency gap), menyusun rencana pengembangan yang relevan, serta merancang strategi pengelolaan talenta yang tepat sasaran. Pengelolaan SDM diarahkan dan disusun berdasarkan tingkat kebutuhan kompetensi. Dalam pendekatan HCM, kompetensi tidak hanya dilihat dari sisi teknis, tetapi juga meliputi kompetensi perilaku, kepemimpinan, dan digital yang relevan dengan tuntutan zaman.   Sehubungan dengan hal tersebut, agar HCM dapat diimplementasikan dengan baik, jajaran manajemen dan para tenaga ahli profesional/spesialis fungsi sumber daya manusia perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat menyusun Direktori/Kamus Kompetensi dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (Job Competency Profile). Lokakarya yang diselenggarakan dapat mendukung implementasi sertifikasi kompetensi MSDM sesuai dengan SKKNI yang berlaku. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun SDM unggul yang terukur dan selaras dengan arah transformasi organisasi. Tujuan Lokakarya Memperluas wawasan para peserta tentang konsep Human Capital Management (HCM) dalam kaitannya dengan Manajemen SDM Perusahan. Memberikan pengetahuan dan cara menyusun direktori kompetensi (kamus kompetensi), baik soft kompetensi maupun hard kompetensi/kompetensi bidang. Memberikan pemahaman yang menyeluruh kepada para peserta tentang konsep dan metoda penyusunan kebutuhan kompetensi jabatan (job profile) yang dibutuhkan suatu posisi jabatan. Metoda Lokakarya Instruktur dalam lokakarya ini lebih berperan sebagai fasilitator dan pemandu daripada penceramah. Untuk itu lokakarya ini menuntut partisipasi aktif dari para peserta baik dalam diskusi, kerja kelompok, maupun presentasi. Presentasi dan penjelasan materi akan diberikan oleh instruktur untuk sampai dengan 50% dari waktu yang tersedia, selebihnya untuk praktek pengukuran kompetensi (jabatan dan individu), diskusi dan kerja kelompok. Para peserta (kelompok peserta) dari unit organisasi perusahaan akan mendapatkan manfaat maksimal jika mempersiapkan diri dengan membawa contoh-contoh uraian jabatan (job description) dari unit organisasi masing-masing sebagai bahan latihan dan diskusi.

Seri Lokakarya: Penyusunan Direktori/Kamus Kompetensi Dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (Job Competency Profile) Read More »

Scroll to Top