LATAR BELAKANG
Dalam ekosistem komunikasi hari ini, kepemimpinan tidak lagi hanya diukur dari kemampuan mengambil keputusan, tetapi juga dari kemampuan menyampaikan pesan secara jelas, meyakinkan, dan relevan dengan kebutuhan publik. Penelitian Edelman Trust Barometer 2024 menunjukkan bahwa hanya 42 persen publik global yang mempercayai institusi, sedangkan kepercayaan kepada figur pemimpin yang kredibel dan komunikatif meningkat hingga 68 persen. Data ini menegaskan bahwa di tengah rendahnya trust terhadap institusi, kualitas komunikasi pemimpin menjadi faktor pembeda yang langsung memengaruhi reputasi organisasi.
Era digital mempercepat tantangan tersebut. Informasi bergerak cepat, tidak terkurasi, dan sering kali memicu misinformasi. Sebanyak 76 persen masyarakat Indonesia mengaku kesulitan membedakan informasi benar dan salah (Katadata Insight Center, 2023). Dalam kondisi seperti ini, publik lebih mengandalkan sosok yang dinilai autentik, jujur, dan mampu menjawab isu secara transparan. Peran juru bicara—baik formal maupun informal—menjadi kompetensi penting dalam leadership development.
Kompetensi spokesperson kini bukan hanya kemampuan berbicara di depan umum. Seorang pemimpin dituntut mampu memetakan ekspektasi publik, mengelola persepsi, membangun narasi strategis, dan merespons isu secara terukur. Studi Harvard Kennedy School (2023) menegaskan bahwa 70 persen efektivitas seorang pemimpin ditentukan oleh clarity, empathy, dan kemampuan komunikasi dalam situasi tidak pasti. Dengan kata lain, komunikasi bukan pelengkap, tetapi fondasi kepemimpinan modern.
Training Series Kepemimpinan & Komunikasi Strategis ini dirancang untuk memperkuat kompetensi komunikasi di setiap tahap perkembangan karier. Bagi early talent, komunikasi menjadi pondasi profesionalitas dan kepercayaan diri. Bagi middle manager, kemampuan menyusun pesan strategis, mempresentasikan ide, dan memengaruhi pemangku kepentingan menjadi kebutuhan utama. Bagi calon pemimpin dan spokesperson, kapasitas menjaga trust, membangun likeability, serta merespons isu sensitif secara cepat dan akurat menjadi kompetensi strategis.
Program ini dirancang untuk para pemimpin, pegawai, profesional, mahasiswa, pemimpin komunitas, maupun content creator yang ingin meningkatkan kapasitas sebagai spokesperson modern. Dengan pendekatan praktis berbasis framework dan latihan berbasis kasus nyata, peserta akan mempelajari teknik komunikasi yang adaptif, kredibel, dan berintegritas. Pelatihan ini membantu peserta mengembangkan komunikasi strategis untuk mendapatkan kepercayaan publik.
TUJUAN
- Mengembangkan mindset komunikasi strategis agar peserta mampu menyampaikan pesan yang jelas, terarah, dan sesuai konteks.
- Meningkatkan kemampuan membangun kepercayaan (trust), kredibilitas, dan likeability saat berinteraksi dengan publik maupun pemangku kepentingan.
- Memperkuat kemampuan komunikasi pemimpin agar mampu menyampaikan pesan yang jelas, meyakinkan, dan relevan dengan kebutuhan publik di tengah rendahnya kepercayaan terhadap institusi.
- Mengembangkan kompetensi membaca konteks, memetakan ekspektasi publik, dan mengelola persepsi sebagai bagian dari peran strategis seorang spokesperson dalam ekosistem komunikasi digital.
- Meningkatkan kapasitas peserta dalam membangun trust, likeability, dan kredibilitas melalui komunikasi yang autentik, empatik, dan konsisten, sebagaimana dituntut dalam kepemimpinan modern.
- Mengasah kemampuan menyusun narasi strategis, storytelling, dan respons isu, sehingga peserta mampu menjaga reputasi organisasi dan menjawab pertanyaan publik secara terukur dan transparan.
- Menyiapkan peserta untuk tampil sebagai spokesperson profesional yang dapat mengelola isu, memitigasi risiko reputasi, serta mendukung efektivitas kepemimpinan melalui komunikasi yang adaptif dan berbasis data.