Penerapan Teknologi Tepat Guna Terpadu untuk Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Tambak Garam Rakyat serta Pemanfaatannya untuk Pascapanen Rumput Laut di Jeneponto
Tags
Description
Kabupaten Jeneponto, khususnya Kecamatan Bangkala, merupakan salah satu sentra produksi garam rakyat di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi pengembangan lebih lanjut karena kondisi pesisir yang kering, tingkat evaporasi tinggi, dan paparan angin yang kuat. Namun demikian, produktivitas dan kualitas garam yang dihasilkan masih relatif rendah akibat sistem produksi yang masih konvensional, yaitu proses kristalisasi dilakukan langsung di atas dasar tanah sehingga kristal garam mudah tercampur dengan sedimen dan ion pengotor.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna terpadu untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam rakyat melalui kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Diponegoro. Tahap awal kegiatan meliputi perencanaan program, koordinasi dengan pemerintah daerah (kabupaten, kecamatan, kelurahan), Dinas Perikanan setempat dan kelompok petambak, serta persiapan peralatan survei dan material teknologi.
Pada tahap pelaksanaan, dilakukan survei kualitas perairan Teluk Laikang dan reservoir
sekitarnya menggunakan Water Quality Profiler untuk mengukur parameter fisika-kimia sebagai dasar penentuan kelayakan air baku tambak. Adapun untuk tambak dilakukan pada dua lokasi, satu pada tambak mati yang direhabilitasi oleh tim host ITB dan mitra UNDIP, satu lagi pada tambak rakyat yang dikerjasamakan oleh mitra UNHAS. Tambak mati milik pemkab direhabilitasi dan diberi teknologi tepat guna (TTG). TTG yang diterapkan adalah non woven geotekstil, geomembran HDPE, dan sistem tunnel pada rumah garam untuk petak kristalisasi untuk meningkatkan efisiensi evaporasi dan menjaga kemurnian kristal garam.
Teknologi ini diperkuat dengan penerapan Labyrinth Evaporation System, reservoir penampungan air tua, serta meja kristalisasi berlantai garam untuk mengoptimalkan proses evaporasi dan kristalisasi. Juga dipasang satu sensor densitas air garam untuk memantau keadaan air tua yang akan naik ke meja kristalisasi. Tahap akhir kegiatan meliputi pemurnian garam melalui pencucian dengan air tua, fortifikasi iodium sesuai standar SNI, pemanfaatan garam untuk pascapanen rumput laut dan perikanan, pelatihan operasional teknologi kepada petambak, serta evaluasi hasil implementasi guna meningkatkan kualitas, produktivitas, dan nilai tambah garam rakyat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui penerapan teknologi produksi garam yang lebih efisien serta pemanfaatan garam hasil pemurnian untuk penanganan pascapanen rumput laut dan pengolahan produk perikanan, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah komoditas pesisir di Kabupaten Jeneponto.
Tambak hasil rehabilitasi ber-TTG diserahkan kepada masyarakat setempat untuk dioperasikan. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara sektor produksi garam dengan kegiatan pascapanen rumput laut dan industri perikanan skala UMKM sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.
What I will learn?
- - Pembangunan tambak garam rehabilitasi dari tambak non aktif
- - Penerapan TTG pada tambak garam Rakyat Kab Jeneponto
- - Pencucian garam mentah hasil tambak rakyat untuk meningkatkan kadar NaCl
- - Penambahan Iodium pada garam agar layak konsumsi
- - Pemanfaatan garam rakyat untuk pasca panen rumput laut
Course Curriculum
Target Audience
- Masyarakat Petambak Garam di kab Jeneponto, Masyarakat Pembudidaya rumput laut Jeneponto, perangkat pemerintah daerah/dinas Perikanan Jeneponto
