Merauke telah ditetapkan sebagai lumbung padi nasional, namun masih menghadapi tantangan dalam optimalisasi lahan pertanian seluas 40.000 hektar. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan sumber daya manusia, akses laboratorium, serta penelitian terkait pertanian dan hama. Berdasarkan data Universitas Musamus, hanya 40% mahasiswa program studi terkait yang memiliki akses memadai terhadap fasilitas laboratorium, yang berdampak pada rendahnya jumlah publikasi ilmiah.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui pelatihan intensif berbasis praktik dalam mikrobiologi dan biologi molekuler pertanian, serta keterampilan penggunaan peralatan laboratorium modern. Program ini juga akan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung pengembangan daerah.
Metode yang digunakan mencakup survei kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan workshop, serta evaluasi program. Kolaborasi dengan PT Siros Bio Medika sebagai penyedia peralatan laboratorium akan memastikan standar pelatihan industri, sementara keterlibatan pemerintah daerah pada program selanjutnya akan memfasilitasi adopsi teknologi di masyarakat. Diharapkan program ini dapat meningkatkan kesiapan sumber daya manusia lokal dalam menghadapi tantangan sektor pertanian dan pengolahan sumber daya alam.
Luaran yang didapatkan dari kegiatan ini adalah berupa modul praktikum mikrobiologi dasar dan biologi molekuler agar dapat dikembangan perguruan tinggi untuk penelitian dan diaplikasikan ke masyakarat. Selain itu, luaran wajib lainnya berupa laporan akhir serta publikasi ke media massa mengenai kegiatan juga akan dilaksanakan,