Latar belakang
Pengelolaan laut dan pesisir yang berkelanjutan memerlukan informasi MetOcean
(Meteorologi dan Oseanografi) seperti angin, gelombang, arus, Sea Surface Temperatur, tinggi muka air laut, dll, yang berguna untuk penilaian risiko, perencanaan ruang laut, dan sistem peringatan dini mengingat tekanan akibat perubahan iklim dan aktivitas antropogenik (IPCC, 2019; UN, 2015). Ketersediaan layanan data MetOcean open-source (misal: Copernicus, NOAA, HYCOM) dan alat analisis gratis (misal: Python/xarray, QGIS) membuka peluang luas untuk pemanfaatan data berbasis bukti, tetapi adopsinya terhambat oleh keterbatasan literasi data dan keterampilan teknis di kalangan praktisi dan pembuat kebijakan (Copernicus Marine Service, 2024; NOAA, 2024; Hoyer & Hamman, 2017).
Kuiah singkat ini bertujuan menjembatani kesenjangan tersebut dengan memberikan pemahaman praktis akses, visualisasi, dan interpretasi data MetOcean sebagai bagian dari penguatan green skills yang mendukung SDG terkait (ILO, 2018; UN, 2015).
Tujuan
Memberikan pemahaman praktis dan langsung (actionable) tentang sumber data MetOcean (Meteorologi dan Oseanografi) open-source, cara akses cepat, serta contoh pemakaian sederhana untuk mendukung pengelolaan pesisir secara berkelanjutan.